Tampilkan postingan dengan label memory. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label memory. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Juli 2010

The Hardes Day 2 (trouble heart and mind)


Hai hai saya kembali setelah lama tak mengunjungi Blog,, saya akhirnya menyelesaikan chapter hardest day ke 2 ,,hehehe.. walaupun agak lama tapi semoga cerita kedua ini bisa membuat hati kalian - kalian yang membaca sedikit "trenyuh" (artinya tersentuh,hehehe) okay langsung aja...



Chapter 2

Setelah Bagas pulang dari rumah Niken dia semakin berfikir bahwa aku harus benar - benar meyakinkan Ranie bahwa aku benar - benar memang yang terbaik untuknya, disisi lain Ranie semakin bimbang akan hatinya sendiri liburan yang seharusnya indah malah dipenuhi dengan perasaan hati yang galau dan bingung "aku harus segera pergi dari sini secepatnya" itulah perasaan yang ada dibenak Ranie saat itu, yang diinginkan hanyalah pergi jauh dan meninggalkan tempat ini secepat mungkin. But hal yang tidak disangka oleh Ranie pada malam itu ternyata Bagas meneleponnya,, perasaan takut dan bingung yang tadinya menyelimuti berubah seketika menjadi perasaan gembira karena Bagas mengajaknya makan malam bersama dengannya, memang sulit Ranie mengartikan ajakan Bagas ini gejolak hatinya berkata senang tetapi disisi lain hatinya bimbang serasa hatinya ditarik ulur tidak ada kepastian mengenai perasaan yang dia rasakan terhadap Bagas. Tapi berbeda dengan Bagas dia tidak begitu khawatir ataupun bingung mungkin karena "cowok lebih mengandalkan rasio berpikir dalam menyelesaikan masalah daripada cewek yang mengandalkan hati dan pikiran dalam menyelesaikannya" sikap Bagas yang merasa yakin bahwa Ranie akan menerima semua apa yang akan dia katakan agar dapat meyakinkan Ranie ternyata bertolak belakang dengan apa yang dirasakan Ranie saat itu walaupun mengaku senang atas ajakan yang ditawarkan Bagas. Tibalah pada hari dimana Bagas mengajak Ranie untuk makan malam bersama, dia berangkat pukul 6.45 pm, tak disangka ternyata malam itu guyuran hujan menerpa kota Solo begitu deras,,"sial kenapa malah hujan disaat seperti ini" kata Bagas tapi terlanjur setengah perjalanan tak mungkin dia batalkan rencana untuk bertemu dengan Ranie. Ditempat lain Ranie juga sedang menunggu Bagas dan cemas karena tiba - tiba hujan datang dengan deras, sempat Ranie meminta Bagas untuk membatalkan acara makan malamnya karena hujan saat itu benar - benar tak mau diajak kompromi tapi tampaknya telepon ataupun sms dari Ranie tak digubris oleh Bagas dia tetap melajukan mobilnya ditengah guyuran hujan hingga sampai di depan rumah Ranie. Sesampainya di sana Ranie sempat berkata " ujannya deres banget gas, ntar kalo kita tetep makan malam malah kitanya yang kena makan ujan,hhe..." perkataan Ranie saat itu sedikit membuat pikiran Bagas agak tenang setelah tadi dijalan uring - uringan karena hujan,, "kalo g jadi makan mendingan kita nonton film aja nanngung aku udah prepare kayak gni kmu juga udah dandan kaya ondel - ondel gitu sayang kan kalo g pergi,hahaha" mendengar ajakan Bagas tersebut Ranie sempat tertawa dan mencubit Bagas "okelah ayo - ayo aja",,langsung saja mereka pergi nonton ke bioskop melihat film terakhir yang akan tayang pada jam terakhir, "untung aja dapat tiket ya" ucap Ranie pada Bagas, "iya untung aja g kehabisan tiketnya, yuk langsung nonton udah telat nie kita" timpal Bagas. Didalam gedung bioskop suasana jadi diam senyap karena terbawa suasana film, sempat kepala Ranie ditaruh dipundak Bagas dalam posisi saat itu tangan Bagaspun langsung memegang lembut tangan Ranie hingga film usai sampai di tempat parkir ..

R = ranie
B = Bagas

R = "ihh ngapain sihh dipegang mulu udah gede tau g bakal ilang,hahaha"
B = "yee biarin aja suka - suka aku kan yang megang aku bukan kamu,,hhe"
R = "jangan gitu dong g enak diliatin orang kayak orang pacaran aja ihhh,,,"
B = "ya kan sana yang ngliat bukan kita kan,,dasaarrr banyak alesan,hahaha"

Tapi saat itu genggaman tangan Ranie malah semakin kuat kepada Bagas, hati Ranie serasa dibawa terbang melayang tinggi. Bagas merasa senang karena melihat raut muka Ranie yang telah ceria kembali. Sesampainya ditempat parkir paling atas ternyata hujanpun tak kunjung berhenti, ya mau tidak mau mereka berduapun lari hujan - hujan sambil tertawa ditengah guyuran hujan rintik - rintik, setelah keluar dari gedung bioskop tampaknya suasana hening mulai merasuki keduanya tak ada sepatah katapun yang Ranie ucapkan dia hanya memandang keluar menatapi rintikan hujan yang tak kunjung berhenti, lalu Bagas langsung saja menggenggam tangan Ranie sontak Raniepun kaget .
B = "Ran aku mau tanya ama kamu, apa ada yang membuat kamu bingung karena ucapanku waktu itu"
sempat Ranie diam sejenak karena bingung apa yang mau dia katakan
R = "emm bukannya bingung sih tapi gimana ya aku kepikiran kamu ngomong kita ngejalani ini semua tapi kamu malah nyuruh aku nyari cowok lain". "
Bagaspun tersenyum seolah olah dia mampu meyakinkan Ranie
B = "gini lo Ran maksut ucapanku waktu itu, aku minta kamu ngejar impian kamu dulu dan aku juga ngejar impian aku juga, bila nanti tiba waktunya kita bisa bersama, kalo kamu mau cari cowok aku juga g nglarang kok tapi kalo kamu besok g sama seseorang maka saat itu aku akan mencari kamu"

Hati Ranie langsung sontak seperti ditikam - tikam pisau dia semakin tak mengerti apa yang sebenarnya ada dipikiran Bagas dan apa yang diinginkan sebenarnya. Dalam hati Ranie berkata "kenapa harus seperti ini??". "Kamu udah g bingung lagi kan Ran?" ucap Bagas memecah keheningan malam saat itu,, "emmm gatau nie semakin g nentu rasanya,hahahaha..." Ranie mencoba tertawa saat itu, walaupun dia sedang mencoba menutupi perasaannya yang sedang gundah dan kecewa karena jawaban yang diucapkan Bagas, lalu Bagas memegang tangan Ranie dan mengecupnya pelan "aku sayang kamu Ran tapi saat ini bukan waktu yang tepat untuk kita bersama" perkataan Bagas waktu itu benar - benar membuat Ranie tak bisa berkata sepatah katapun setelah itu, hanya simpul senyum yang keluar dari bibir manisnya,, "ia aku tau kok nynte aja lagi,,hahaha... duhhh dicium sgala niee tangann emang udah kayak nenek - nenek aku,hahaha..." ucapan Rani itu hanya untuk menutupi perasaannya saja agar Bagas tidak terlalu curiga. Setelah sampai dirumah Ranie menangis sejadi - jadinya dia luapkan seluruh emosinya, perasaan yang terluka oleh ucapan Bagas tadi tampaknya membuat dia semakin bingung dan semakin tidak mengerti apa yang diinginkan oleh Bagas,malam itu juga Ranie langsung menghubungi Niken sahabatnya dan menceritakan seluruh kejadian kepada Niken. Niken tak habis pikir dengan sikap Bagas yang seperti itu? ia kira Bagas sudah mengerti apa yang dia katakan kemarin tetapi nyatanya malah sikap Bagas semakin memperkeruh keadaan, Niken juga merasa bersalah karena dia tidak menyangka keadaannya malah menjadi seperti itu.

R = Ranie
N = Niken

R : "ken aku gag tau harus gimana lagi, capekk rasanya....."
N : "sabar Ran aku yakin dia pasti sadar kalau apa yang dia ucapin ke kamu itu salah.."
R : "gmn mau sabar coba ??aku udah nyoba sabar ken tapi dia itu gag ngrti - ngrti juga,,sebell rasanya..!!!"
N : "ia aku tau Ran apa yang kamu rasain sekarang, tapi mau gimana lagi sekarang..???"
R : "tau ah Ken bener- bener manusia aneh mah dia bikin orok mulu rasanyaa,,hihhhh pengen gua injek - injek rasanya...!!!"
K : "hahahaha... ia ya Ran emang aneh tuh dia udah sikat aja dia pasti klepek - klepek..."

Akhirnya malam itu Niken berhasil sedikit menghibur Ranie dan membuatnya tertawa terbahak - bahak... Pagi harinya Niken langsung menghubungi Bagas dan menceritakan kejadian yang dialami Ranie semalam...

N = Niken
B = Bagas

N : "Gas kamu gimana sih niat ama Ranie gag seh.???
B : "ya niat to Ken emang kenapa sih??"
N : "kamu tuw kemarin ngmg apaan lagi ke Ranie?? dibilangin jangan ngmg kayak gitu!!!"
B : "emang ngmg apaan aku??ngmg yang mana Ken??"
N : "kamu kemaren kan ngmg nyuruh Ranie cari cowok tuw maksutnya apa coba???!!!"
B : "lah emang salah Ken? kan emang aku belum bisa sama dia sekarang..."
N : "ya kalau belum isa jangan nyuruh dia untuk cari cowok,, kamu juga mikirin perasaan dia dong ke kamu, jangan mikirin perasaan sendiri..!!!"

Perkataan Niken barusan membuat Bagas merasa bersalah dan marah kepada dirinya kenapa mengatakan hal itu kepada Ranie, kebimbangan dan rasa bersalah karena menyakiti Ranie menyeruak didalam relung hatinya "Bodoh!!" ucapan itu terdengar keras didalam hatinya.

B : "Aku harus gimana ken??aku juga bingung harus berbuat apa kepada dia??"
N : "Kalo hati kamu masih bimbang dan bingung untuk apa kamu memberikan perhatian dan harapan kepada Ranie??!!"
B : "Karena aku Sayang ama dia ken..."
N : "Hmm kamu bilang sayang tapi tidak tau apa yang dia rasakan??gimana sih kamu gas???"
B : "Loh sebenarnya sekarang perasaannya bagaimana ken??aku juga g tau harus gimana???"
B : "Kamu itu cowok Gas !! Kamu harus punya prinsip dan tujuan yang jelas, seperti tujuan kamu untuk Ranie sebenarnya mau kamu bawa kemana..!"

Perkataan Niken seakan - akan meruntuhkan perasaan Bagas untuk sesaat "Aku mencintainya, aku sayang kepadanya dan aku ingin membahagiakannya" lalu kenapa aku berbuat seperti ini kepada Ranie, benar - benar bodoh aku!!

B : "Maaf ken aku khilaf, ini semua salahku dan aku harus mengatakannya pada Ranie"
N : "Kalo memang kamu serius dengan dia, tunjukkan perasaanmu yang sebenarnya kepada Ranie jangan membuat dia bertambah bingung..."
B : "Ia ken terima kasih kamu udah ngetuk hati aku.."
N : "Ia sama- sama Gas kan itu gunanya teman..."

Setelah berbicara dengan Ranie tadi Bagas merasa menyesal dan bertekad membulatkan hatinya untuk Ranie, "pas sekali waktunya ini 14 Februari (hari Valentine)" ucap Bagas. lalu tak pikir lama ia langsung menelepon Ranie..

B : "Ran kamu lagi ngapa??nanti malem ada acara g??
R : "Emmm ini lagi nonton tipi,, tau deh nanti kalo jadi mau pergi ama tanteku.."
B : "Aduh gitu ya??pulangnya jam berapa??
R : "Enggak tau Bagas monyong,,hehehe emang kenapa sih???"
B : "Eh enak aja Ranie gembul,,hehehe,, enggak aku pingin nanti malam kerumah kamu"
R : "Owww gitu yaudah nanti kesini aja, ntar aku kabarin deh okeoke..."
B : "Oke Kanjeng Ranie gembul,hehehe"
R : "Eeh mulai nakal cubit looh,,hahaha..."

Pagi itu obrolan hangat dilalui Bagas dan Ranie dengan perasaan gembira satu sama lain, saat itu hati Ranie tampak terasa tenang dan bahagia walaupun dia tidak bisa menyembunyikan ketakutan dan perasaan bimbangnya bila akan bertemu dengan Bagas, begitu pula yang Bagas rasakan kepada Ranie perasaan tak enak hati karena telah membuatnya terluka, sedih, dan bimbang. Tapi Bagas akan berjuang berusaha meyakinkan hati Ranie kembali. Akhirnya setelah menunggu Bagas mendapat pesan dari Ranie "Gas nanti aku gajadi kamu kesini aja...". Sebuah pesan singkat itu membuat hati Bagas berbunga - bunga "Oke Ranie 7 pm olllrittt,,hehehe...". Bagas mencoba mempersiapkan diri akan apa yang harus dikatan nanti perasaan campur aduk tengah dia rasakan 'Hatiku gugup' sejenak itu yang terbesit di hatinya, tetapi tekadku sudah bulat akan kujelaskan semuanya kepada Ranie.

Malam harinya (14 Februari, 7pm) hujan mengguyur kota Solo, Bagas menuju ke rumah Ranie dengan perasaan tegang, begitu juga yang tengah dirasakan Ranie dalam hati Ranie mengatakan 'Harus ada pilihan yang jelas,tujuan yang jelas, bila tidak ada satupun dari itu maka...' Ranie tak mampu melanjutkan ucapan dari hatinya tadi,, tiba - tiba handphone Ranie berbunyi "aku udah nyampe non Ranie,," pesan singkat dari Bagas. 'Berjuang Ranie kuatkan hatimu!!!!' sebuah kata - kata penyemangat untuk memotivasi dirinya. Malam Valentine itu digunakan mereka untuk mengobrol serius dari hati ke hati tentang perasaan mereka saling terbuka apa yang sebenarnya mereka rasakan, tetapi tampaknya hal yang ditunggu Ranie tidak kunjung tiba ucapan dari mulut Bagas yang dinantinya tak keluar sepatah katapun 'Apa yang ada dipikiran kamu sebenarnya Gas?????!!!!' ucapan itu Ranie ucapkan didalam relung hatinya. Bagas sendiri tampaknya juga tak menyadari apa yang ditunggu oleh Ranie, dia asik mengobrol dan membicarakan hal - hal lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan yang diinginkan Ranie. Tiba- tiba saja Ranie berkata,,

R : "Gas sebenarnya pengen kamu gimana sih???"
B : "Maksutnya gimana Ran??" (sambil tangan Bagas memegang tangan Ranie)
R : "Yah gimana sih ini simonyong,hahaha..."
B : "Ran aku sayang sama kamu tapi hatiku benar - benar belum bisa i'm focus in carier and study...aku takut enggak bisa

membagi waktu unutk kamu"
R : "Lalu untuk apa kamu lakuin semua ini kalo akhirnya kayak gini Gas???"
B : "Karena aku sayang sama kamu Ran, kejarlah impian dan cita - cita kamu"
R : "Kamu sayang aku tapi enggak mau memberikan aku kepastian yang jelas dasar bocah 1 1/2,,hahahaha"

Tawa Ranie saat itu hanyalah untuk menutupi perasaan pedih yang saat itu sedang ia rasakan, dengan sekuat tenaga dia menahan air matanya agar tidak jatuh,, tiba - tiba tangan Bagas mengusap lembut pipi Ranie dan menyeka air matanya.

B : "Ran aku tau hati kamu sakit, aku yang salah semua salahku."
R : "Ihhh sok innocent mukanya,hahaha..."

Ranie masih berusaha tertawa walaupun sebenarnya hatinya terluka, Bagas yang saat itu melihat hanya bisa pasrah sambil memegangi tangan dan mengusap lembut pipinya...

R : "Aduuuhhhh kenapa pakek nangis segala sihhh,,malu - maluin,hehe.."
B : "Gpp kamu kalo mau nangis Ran yang kenceng sekalian aja,,,"
R : "Heh enak aja emang aku bayi,,huuuuuu"
B : "Ran kejarlah impian kamu bila kamu bahagia maka akupun juga ikut bahagia janganlah menungguku, memang terasa aneh ucapanku ini tapi carilah orang yang baik untuk kamu"
R : "Gas kenapa sih kamu lagi - lagi ngucapin kata- kata itu terus buat bingung tau!!"

Suasana menjadi hening hanya air mata yang keluar dari mata Ranie, Bagas sendiri hanya terdiam memandang Ranie dia tidak bisa berkata apa - apa sekarang dihanya termangu memandang gadis yang dicintainya menagis. Tiba - tiba Ranie melepas tangan Bagas dan berkata.

R : "Tidak ada tujuan yang jelas dari kamu Gas,kalo begitu jalan satu - satunya adalah kita harus saling jauh, enggak ketemu lagi, enggak jalin komunikasi,dan enggak nanya kabar lagi"

Jawaban Ranie tersebut sepat membuat bagas heran dan tak habis pikir akan ucapan Ranie tersebut.

B : "Apa maksut dari ucapan kamu itu Ran??"
R : "Aku sudah sampai batas Gas dan enggak mau terluka lagi.."

Bagas hanya diam seribu kata tidak mampu mengucapkan sepatah katapun kepada Ranie, Hatinya terasa sakit, mulutnya kaku tak bisa berucap dan tak sadar matanya berkaca - kaca mendengar ucapan Ranie tadi.

B : "Tapi Ran, bila semua ini udah kamu lupain kita bisa kan menjalin hubungan persahabatan lagi??"
R : "aku enggak janji Gas..."

Kata - kata yang membuat Hati Bagas hancur, begitupula yang Ranie rasakan sakit, pedih, perih karena harus memilih hal seperti ini. Bagas juga sadar bahwa apa yang dia lakukan terhadap Ranie sungguh tidak adil dan dia juga menyadari bahwa apa yang ia lakukan telah membuat hati Ranie terluka, tapi apapun yang akan dilakukan tidak bisa merubah keputusan yang diambil oleh Ranie.

B : "Oke Ran kalo kamu ingin seperti ini aku akan terima asal kamu bahagia dengan cara ini, akupun akan menerima semua ini dengan bahagia karena melihat kamu bahagia saja hatiku sudah senang, aku pamit Ran jaga diri kamu baik - baik"

Setelah ucapan itu Bagas pergi dan berpamitan dengan Ranie, Ranie sendiri walaupun masih menagis mencoba tersenyum dan mengantar Bagas keluar. Hujan rintik malam itu benar - benar menggambarkan perasaan yang tengah mereka rasakan sangat tidak tepat dengan tanggal dan momen yang sedang berlangsung saat itu, Bagas berkata dalam hati 'tapi semua sudah terjadi mungkin ini jalan yang harus kulalui walaupun sedih dan berat rasanya tapi aku harus kuat dan yakin bahwa hari esok akan lebih baik'





Home 30 July (10.46am)

Kamis, 22 April 2010

memories with the black ghost and a song from Al Jareeau

almost every day monday and wednesday night, I always come out with my black ghost and voices accompanied by the strains of Al Jarreau. memories when the mind is always making me happy, exited, and apparently it's sad jumble into one.

Al Jareeau songs like "we're in this love together, teach me tonight, your song, and trough it all is the obligatory song every night when I went out with my black ghost. all the memories with a girl who had been with me, with my friend, and others.


black ghost though now you're not with me anymore, but all I remember wonderful memories will be with you forever ...



Rabu, 10 Maret 2010

The Hardest Day "Bagas and Ranie" chapter 1 (trouble heart and mind)

hei hei.... hari ini saya akan mengeluarkan sekuel cerita pendek saya yang judulnya bisa dibaca diatas,,,hehehe.... cerita ini hanya celotehan dan ucapan kata - kata saya yang saya tuangkan menjadi sebuah cerita fiktif mohon maaf bila ada kesamaan nama, tempat, lokasi kejadiaan, judul maupun isi konten cerita, yang sebenarnya tidak ada unsur untuk menyinggung ataupun melukai siapapun..


Inilah awal cerita percintaan dua insan "Bagas dan Ranie"


Mungkin sedikit prolog perkenalkan namaku Bagas dan si wanita bernama Ranie dulu kami adalah sahabat waktu di SMA, semasa SMA kami berdua sempat bersama menjalin kasih tetapi putus karena suatu masalah yang sebenarnya sampai sekarang Bagas juga tak tau kenapa sampai berpisah, mereka putus karena permintaan Ranie pribadi. setelah mereka berdua berpisah selama ini mereka tetap menjalin persahabatan boleh dibilang dekat juga tidak jauhpun juga tidak itu, kami terpisah antara jarak dia melanjutkan studinya di sebuah perguruan tinggi swasta di jakarta, sedangkan si cowok tetap berada di kota asalnya di Solo, dua insan ini hanya dapat bertemu bila sedang dalam masa liburan perkuliahan awal pertemuan mungkin mereka masih biasa saja karena tak ada perasaan satu dengan yang lainnya (baik si Bagas ataupun si Ranie),, but lambat laun perasaan tersebut berubah seiring dari perkembangan waktu yang terus berjalan hari demi hari, bulan demi bulan perasaan mereka tumbuh rasa kangen dan kerinduan yang tidak tahu darimana datangnya seakan merasuki hati mereka.


Perlu diketahui sebelumnya sebenarnya Bagas sudah memiliki seorang pacar tapi dia putus karena suatu hal, tapi sebenarnya perasaan Bagas terhadap Ranie tidak hilang sedikitpun sejak waktu SMA mereka mengakhiri hubungan selama waktu itu Bagas hanya menunggunya, selalu memperhatikan tetapi tampaknya si Ranie sudah tidak menghiraukannya lagi sakit perasaanya waktu itu sayang terhadap seseorang tetapi hanya kepedihan yang didapat. Waktu terus berjalan tiba tiba komunikasi yang sempat putus terjalin kembali berawal dari Ranie yang hanya sekadar menayakan kabar sampai ke persoalan pribadi hal ini membuat hubungan Bagas dan Ranie semakin dekat dari hari ke hari walau tak dipungkiri sebenarnya Ranie masih memendam perasaan yang sama sepert Bagas, hingga akhirnya Bagas meminta Ranie untuk liburan perkuliahan ke Solo "bagai gayung disambut air" ternyata Ranie juga menyetujui ajakan Bagas.. Perasaan kangen yang telah lama terpendam akhirnya dapat terluapkan begitulah yang ada di dalam benak Bagas,, sampai suatu hari di pertengahan bulan Januari Ranie tiba di kota Solo...
"Bagasss aq udh nympe solo nie,hehe" sms Ranie yang masuk di Hp Bagas seperti surat yang jatuh dari langit, rasa senang menggeluti perasaan Bagas tak tanggung - tanggung hari itu juga ia langsung menemui Ranie di rumahnya.. Rasa nervous, takut karena sekian lama tak bertemu tak bisa menutupi perasaan Bagas dan Ranie malam itu merekapun melakukan obrolan yang hangat, canda tawa, dan masa - masa indah dulu tampaknya menjadi bumbu yang ampuh utuk menciptakan perasaan dan suasana yang telah lama padam bersemi kembali.


Waktu liburan terus berjalan sampai pada akhirnya mereka berdua pergi bersama teman - teman semasa SMA, serasa seperti nostalgia cerita - cerita teman - teman semasa SMA semakin menghangatkan susana malam itu, tapi tampaknya hal itu tidak dirasakan oleh Bagas dia merasakan sikap Ranie terhadapnya tak jauh berbeda saat dulu masa SMA bila bersama dengan teman - teman mungkin terlalu berangan - angan untuk bisa bersama Ranie adalah pikiran bodoh begitulah yang sejenak ada dipikiran Bagas.. Akhirnya setelah acara makan dan nostalgia berakhir kami pulang,,ditengah perjalanan pulang Ranie mengirim sms kepada Bagas yang isinya semakin membuat bingung, tetapi akhirnya membuat dua insan ini jatuh hati :


R = Ranie
B = Bagas

R : "mksih udh ngnter puter",hhee... maav ya rada grogi dket" kmu :)"

B : "kenapa harus grogi?? kamu malu ya kalo kita deket" trs diledek temen"?? kenapa harus malu??"

R : "bukan masalah malu ato enngak,,,kalo kyk gtu mah udh biasa kalee,hhe... g tau aja kenapa aq deg"an klo dket" kmu :p"

B : "kenapa ran kmu kok jadi aneh gtu sihh ama aku??klo emg aq cma gnngu hari" lib.mu besok aq g usah main ketempatmu...."

R : "eh ya jangan gtu dong masa kamu g tau sih perasaan aku gmn,hahahahahahaha...."

B : "aq emg g tau perasaan kmu gmn ran,tapi satu hal 'AKU MASIH SAYANG SAMA KAMU'.."

R : "hahahahaha... ah yg bner ntar aq diboongin lgi ama kamu :)"

B : "gg ran aq g boong 'I'm serious when I'm still in love with you'..."

R : "aq jg g bisa boongin perasaanq gas klo perasaanq juga sama apa yang kamu rasain"


Hal yang tak disangka ternyata Ranie merespon balik dan juga mengatakan bahwa perasaan yang ia rasakan tak jauh beda dengan Bagas.. dua insan yang sedang dimabuk asmara ini sampai bengong di hadapan layar Hp mereka tak sanggup membalas maupun berkata, bahkan si Ranie yang tadinya akan beranjak tidur malah tidak bisa memejamkan matanya sedikitpun.


Akhirnya mereka memutuskan besok janjian ketemu untuk mencari kado bagi adik si Ranie, setelah itu keesokan harinya Bagas mengantar Ranie mencari kado bagi adik Ranie cukup susah juga mencari kado untuk adiknya setelah seharian puter - puter kota solo barang yang dicari tak kunjung juga didapatkan, raut wajah Ranie yang lusut dan bete tak bisa ditutupi lagi, akhirnya Bagas mempunyai ide "Ran kita ke TW yukz liat2 pemandangan" langsung saja Ranie yang semula cemberut langsung ekspresif dan gembira selama dalam perjalanan banyak hal - hal unik yang kami ceritakan sesampainya disana Bagas dan Ranie langsung menikmati hawa sejuk dan hamparan perkebunan yang luas sambil menikmati seorang ibu - ibu yang sedang membersihkan wortel di sungai kecil yang jernih.


Tak terasa waktupun semakin sore dan sedikit terguyur hujan maka mereka memutuskan untuk pulang selama didalam perjalanan Ranie bercerita bahwa semenjak putus dengan Bagas ia tidak sekalipun menjalin kasih dengan seseorang dia juga bercerita bahwa sebenarnya sudah ada yang menyatakan perasaan kepadanya tetapi dia tolak, Bagas yang semula pasif berbicara akhirnya mengungkapkan perasaan yang selama ini ia rasakan terhadap Ranie dengan memegang tangan Ranie Bagas berkata
.

"Ran kamu tau g sebenarnya apa yang aku omongin lewat sms kemarin malam itu benar - benar apa yang aku rasakan terhadap kamu rasa sayangku, kangenku dan ingin memilikimu benar - benar ingin aku dapatkan dari kamu, tapi ada satu masalah aku ingin melanjutkan studiku dulu di jenjang yang lebih tinggi dan ingin mengejar carieer, aku tau mungkin ini membuat kamu bingung aku menyatakan perasaan tetapi belum ingin meilikimu untuk saat ini"
.

Ranie hanya senyum - senyum dan merasa gugup setelah Bagas mengatakan hal tersebut raut wajahnya gembira dan berbinar - binar,, tetapi muncul kata - kata yang tak disangka muncul dari bibir Bagas.

"tapi Ran bila kamu ingin memiliki pacar terlebih dahulu aku juga g akan melarang tapi bila kelak kamu tidak dengan siapa - siapa maukah kamu bersama aku"
..

Sungguh kata - kata gila tersebut muncul dari mulut Bagas dia serasa tak sadar apa yang baru saja dia ucapkan, Ranie yang semula senyum - senyum sedikit kebingungan dengan apa yang telah diucapkan oleh Bagas hati Ranie seakan seperti tersambar petir bingung dia mau membalas perkataan Bagas dia bagai tersihir tak mampu berkata - kata tapi jelas sekali perasaan jiwanya berkecamuk dia menginginkan tinggi - tinggi harapan akan dapat bersama Bagas tetapi Bagas malah seakan tidak mampu menanggapi keserius isi hatinya padanya. setelah mengatakan hal tersebut hanya hening yang terasa diantara keduanya, pikiran dan hati Ranie seakan dipaksa terbelah - belah diantara menunggu, mencari pengganti, perasaan terhadap Bagas, dan lain sebagainya, tapi Bagas malah seakan - akan bahwa Ranie akan selalu bersamanya dan yakin dia bisa menentukan sikap sungguh sikap bodoh dan egois yang dia miliki hanya memikirkan perasaan diri sendiri tanpa mempedulikan perasaan orang lain.


Setelah kejadiaan waktu itu Ranie jarang berkomunikasi dengannya, kok aneh itulah kata - kata dibenak Bagas pertama kali maka Bagaspun langsung menelepon Ranie yang tanpa ia sadari hal itu membuat perasaan Ranie semakin sakit dan bimbang dalam menentukan pilihan, waktu terus berjalan akhirnya Bagas berinisiatif bertanya kepada kawan dekat Ranie yang bernama Niken, Bagaspun janjian untuk bertemu dirumah Niken menceritakan kejadian yang selama ini telah dilaluinya oleh Ranie sesampainya di rumah Niken Bagas langsung menceritakan hal - hal apa saja yang telah dilalui tentang ungkapan perasaannya terhadap Ranie yang tampaknya malah semakin menjauhinya setelah mengatakan itu Niken langsung berkata.

"Kamu itu salah udah tau dia suka dan sayang sama kamu kenapa disuruh cari cowok, apa kamu g sadar sekarang perasaan dia gimana setelah kamu mengatakan hal tersebut, dia saat ini merasa bimbang karena kamu seakan memaksa mematikan hatinya".

Hati Bagas seakan ditusuk oleh tombak yang menancap dan tidak dapat dilepas.

"apa yang sudah aku katakan???kenapa aku malah menyakitinya dengan perkataanku yang demikian?"
.

Hati Bagas bergumam seolah tak percaya pada hal apa yang telah dikatakannya, lalu Niken memberi solusi "katakan yang sejujurnya" yang kamu rasakan agar dia tidak kau buat bingung lagi. setelah dari rumah Niken tampaknya Bagas harus segera menjelaskan apa yang terjadi diantara hubungannya dengan Ranie agar tidak terjadi salah persepsi bekepanjangan seperti ini, yang membuat Ranie salah menangkap apa yang sebenarnya ingin dikatakan oleh Bagas..


(to be continued)..
okay this sequel to the first friend of the hardest Day "Bagas and ranie" part 1 (trouble heart and mind) ... awaited sequel to this short story the next .. bye ..



Bayu Agustian Soetarto ..
at home at 10:12 am

march 11, 2010

Sabtu, 06 Maret 2010

masa masa lalu...




kok tiba tiba jadi keinget kenangan jaman SMA ya,hahahaha masa dimana belajar menjadi cowok/ cewek yg keren atau cantikk,hihihi,,
jaman jaman bribik cewek : D...
This is the personnel, ahahahahahaha :

(angga "si petruk", aufar "parto", pribadi"dedek", ryo"komeng", ariep "si black", arfien, wahyu "ruben", hendy)